Minggu, 28 Desember 2014

BERCERMIN DARI ORANG2 BESAR



Mendefenisikan apa yang kita mau tidak semata tentang perjalanan linear hidup kita. Karna banyak kita saksikan, betapa banyak orang yang menghabiskan waktunya bertahun-tahun dalam jenjang pendidikan tertentu, tetapi sesudah itu ia meninggalkan dan menekuni bidang pekerjaan lain yang tidak ada hubunganya dengan ilmunya. Dan juga banyak juga kita saksikan orang2 yang di ujung kelelahanya mendalami suatu ilmu setelah waktu yang lama, ia justru beralih profesi di luar bidang keilmuanya.

Tentu tidak sedikit juga orang2 yang mendapat keselarasan : ilmunya adalah bidang pekerjaanya. Pekerjaanya adalah bidang ilmunya. Dunia memang selalu menyediakan bermacam-macam pilihan dan keadaan.

Diantara kita ada yang memilih menjadi guru sebagai wujud nyata dari kemauanya, ada yang menyukai bisnis, mencari rezeki tidak semata untuk yang wajib di nafkahi, tapi juga untuk menghidupi denyut ekonomi orang banyak. Diantaranya lagi ada yang mencintai kreativitas sebagai poros utama kemauanya, ilmunya, profesinya dan pengabdianya. 

Diantara kita lagi ada yang suka menciptkan hal baru yang spesifik dalam berbagai bidang. Lantas lahir berbagai alat2 yang memudahkan kita dalam kehidupan. bersamaan dengan itu ada juga orang2 yang biasa yang melakukan hal2 yang biasa tapi mempunyai efek yang sangat luar biasa dan menjadi penyebab hal yg lain menjadi luar biasa. 

Namun pada akhirnya apa yang kita mau akan diukur dari dua hal. Pertama, nilai strategisnya. Dan kedua, skalanya. Bila kita memiliki ke dua hal tersebut alangkah indahnya. Namun apabila tidak bisa, maka salah satunya pun tidak mengapa.

Para salafushaleh telah mengambil peran dalam skala yang sangat besar, apabila mereka belajar hadits maka mereka tidak hanya memahami, tetapi juga menghapal. Mereka tidak hanya menghapal matanya tetapi juga menghapal sanadnya (mata rantai yang menghubungkan kepada para perawi hadits). Mereka tidak hanya menghapal sepuluh atau seratus hadits. Tapi ribuan, bahkan puluhan ribu. Maka mereka pantas menjadi orang besar dalam skala besar, karna tingginya keilmuan dan semangat mereka dalam menuntut ilmu. 

Ada banyak orang2 besar dari para ulama salaf yang selalu relevan untuk kita jadikan teladan. Yang selalu memadai untuk kita jadikan inspirasi. Sebab dari mereka kita belajar tentang kegigihan dan semangat dalam menuntut ilmu.

IBADAH DAN SYARIAH

IBADAH DAN SYARIAH


Ibadah adalah menyembah ALLAH dengan jalan tunduk dan merendahkan diri kepadaNya, yang dilakukan dengan hati yang ikhlas menurut cara2 yang telah ditentukan oleh Allah dan RasulNya.
 
Syariah adalah Apa yang disyariatkan oleh Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya dari hukum-hukum yang telah dibawa oleh Nabi dari para nabi, baik yang terkait dengan keyakinan, ibadah muamalah, akhlaq dan aturan dalam kehidupan. 


Adapun hukum SYARIAH itu terbagi dalam delapan macam :


1.    WAJIB {واجب} : Pelakunya dapat pahala, dan disiksa apabila meninggalkanya

2.    SUNNAH {سنة}: Dikerjakan berpahala, ditinggalkan RUGI BESAR

3.    MAKRUH {مكروه}: Ditinggalkan berpahala, dikerjakan tidak berdosa.

4.    HARAM {حرام}: Ditinggalkan berpahala, dikerjakan berdosa

5.    BOLEH {جواز}: Tidak diberi pahala melaksanakanya, dan tidak pula disiksa karna meninggalkanya.

6.    SHAHIIH {}: Sesuatu yang mencakup SYARAT dan RUKUN menurut SYARA’, baik pada IBADAH maupun MUAMALAH.

7.    BATIL {باطل}: Sesuatu yang tidak sempurna SYARAT dan RUKUNYA menurut SYARA’, baik pada IBADAH maupun MUAMALAH.

8.    HALAL{حلال}: Sesuatu yang boleh dilakukan asalkan ada pengesahan menurut SYARA’.