Minggu, 07 Mei 2023

Kurikulum Darul Hadits Dammaj

 Kurikulum Darul Hadits Dammaj


Tauhid :

Mabadiul Mufid

Ushul Tsalatsah

Qawaidul Arba

Ushul Sittah

Kasyfu Syubuhat

Alwajibat Muttahatimat

Nawaqidhul Islam

Masail Jahiliyah

Kitabut Tauhid

Fathul Majid

Tathirul I'tiqad

Ad Durrun Nadhid

Sullamul Wushul

Kitabut Tauhid Lil Fauzan


Aqidah :

Lamiyah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah

Ushul Sunnah Imam Ahmad

Haiyah ibni Abi Dawud

Lum'atul I'tiqad

Al Qawaidul Mutsla

Al Asmaul Husna

Aqidah Wasithiyah

Aqidah Ath Thahawiyah

Al Fatwa Al Hamawiyah

Aqidah At Tadmuriyah

Aqidah As Safariniyah

Al Qairawaniyah

Aqidah Ar Raziyain

As Sunnah Lil Khilal Abdullah Bin Ahmad

Quthfu Ats Tsamri Shidiq Khan

Sharihus Sunnah Ath Thabari

Aqidah Salaf Ash Shabuni

Al Iman Al Qasim bin Salam

At Tahafu Fi Madzahibis Salaf

I'lamus Sunnah Mansyurah

Syarhus Sunnah Barbahari

Al Iqtishad Fil I'tiqad Al Maqdisi


Hafalan Hadits :

Arbain Nawawiyah

Umdatul Ahkam

Riyadhus Shalihin

Bulughul Maram

Al Muntaqa Ibni Jarud

Lulu Wal Marjan

Mukhtashar Shahih Muslim

Mukhtashar Shahih Bukhari

Shahih Musnad Al Wadi'i

Silsilah Ash-Shahihah Al Albani


Fiqih :

Shifat Shalat Nabi Al Albani

Minhajus Salikin As Sa'di

Ad Durarul Bahiyah Syaukani

Ad Darariyul Madhiyah

Syarah Umdatul Ahkam

Syarah Bulughul Maram

Syarah Muntaqa

Mulakhas Fiqih Fauzan

Fiqhul Muyassar

Nailul Authar

Ar Raudhatun Nadhiyah Shidiq Khan

Shifat Wudhu Nabi Al Albani

Syarah Shahih Bukhari Muslim


Musthalah Hadits :

Manzhumah Baiquniyah

Baitshul Hatsits

Nuzhatun Nazhor

Isbalul 'itri 'ala qashbi sukari

Tadribur Rawi

Taqyidu wal Idhahu

Manzhumah Gharami Shahih

Alfiyah Al Iraqi

Alfiyah As Suyuti

Muqaddimah Ibni Shalah

An Nukat 'ala Muqaddimah Ibni Shalah

Al Hatsu 'ala Ta'alumi Al Bahtsi

Dhawabith Al Jarhu Wat Ta'dil

Syarhu 'ilal Tirmidzi Ibnu Rajab

Taudhihul Afkari Shan'ani

Al Mawaqidzatu Adz Dzahabi


Nahwu :

Al Ajurumiyah

Tuhfatus Saniyah

Mutammimah Jurumiyah

Mulhatul I'rab

Syarhu Qathrun Nada

Syarhu Syudzurudz Dzahab

Maushilu Ath Thullab

Alfiyah Ibnu Malik

Alfiyah Ibnu Aqil

Audhahul Masalik

Mughnil Labib Wa Mukhtasharah

Nazham Qawaidil I'rab


Sharaf :

Al Madkhal Ila Al Ilmi Sharaf

Fathul Wadud Al Latif Fathil Qudsi

Lamiyatul Af'al

Tathbiqu Sharaf

Syadzal Arfi Fi Fannis Sharfi

Syafiyah Fi Ilmi Ash Sharfi

Sharaf Alfiyah Ibnu Malik


Balaghah :

Balaghah Al Wadhihah

Jauharul Balaghah


Imla :

Mulakhas Imla

Al Muhalla Fi Tashili Qawaidil Imla

Al Mufradul Ilmi Fi Rasmil Qalami


Ushul Fiqih :

Alwaraqat

Al Imrithi

Ushul min ilmil Ushul

Mudzakirah Fi Ushulil Fiqh

Irsyadul Fuhul

Maraqis Su'ud

Ushul Fiqih yg lainnya


Qawaidul Fiqih :

Nazham Qawaidul Fiqhiyah

Al Qawaidul Ushul Jami'ah

Manzhumah Fi Qawaidul Fiqhi yg lainnya


Ushul Tafsir :

Ushul Tafsir Syaikh Utsaimin

Muqaddimah Fi Ushulit Tafsir

Manzhumah Az Zamzami


Tajwid :

Tuhfatul Athfal

Mulakhas Maqid Fi Ilmi Tajwid

Syarh Manzhumah Jazariyah

Syathibiyah

Al Jazariyah


Ulumul Qur'an :

Al Burhan Fi Ulumil Qur'an

Ulumul Qur'an yg lainnya


Sirah Nabawiyah :

Urjuzah Miiyah

Al Fushul Fi Siratir Rasul

Syamail Muhammadiyah


Adab Thalib :

Hilyah Thalibil Ilmi

Kitabul Ilmi Al Utsaimin

Lamiyah Ibnu Wardi

Taiyah Al Ilbiri

Manzhumah As Sayr Ilallah

Adab Thalib Asy Syaukani

Nuniyah Al Qahthani

Manzhumah Al Mimiyah Ibnul Qayyim

Jami' Bayan 'Ilmi wa fadhlih

Adab Hamalatul Qur'an Imam An Nawawi

Adabul Mufrad Imam Bukhari

'Amalul Yaum Wa Lailah Ibnu Sunni

Hishnul Mu'min Al Aryani

Tadzkiratus Sami' Wal Mutakallim Ibnu Jama'ah


Faraidh :

Ar Rahbiyah

Tashilul Faraidh

Zawaidul Fi Ilmil Faraidh

Al Qalaidul Burhaniyah

Al Faidhul Musyamiri

KEMBALI KEPADA Al-QUR'AN DAN ASSUNNAH

 *KEMBALI KEPADA Al-QUR'AN DAN ASSUNNAH*


*Oleh Suprizen, M.A.*

Ketua KMM Sumbar


Kembali (meruju') kepada Al-Qur'an dan Sunnah adalah kewajiban bagi setiap pribadi muslim, karena keduanya adalah petunjuk dan pedoman dalam mengarungi kehidupan di pentas bumi ini. Pertanyaannya adalah apa makna kembali kepada Al-Qur'an dan sunnah itu?


Kalau kita melihat bahwa setiap para ulama mujtahid menjadikan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai dalil hukum yang utama, siapa saja tanpa terkecuali. Cuma ada yang kembali kepada makna teksnya semata (lafzhiyah/zahir) ada juga yang kembali kepada makna lain di luar teksnya (konteksnya).


Al-Qur'an dan Sunnah adalah bahan mentah yang perlu diolah (diformulasikan) kembali oleh para mujtahid, baik mujtahid fardi atau jama'i (kolektif), kemudian dipersembahkan kepada ummat sebagai pedoman. Sebab, sebuah teks punya makna hakikat dan majaz, satu kata banyak makna (musytarak), ada juga banyak kata satu makna (wujuh wa an-nazhair), ada teks yang secara zahir bertentangan, ada pemahamannya mafhum muwafaqah, ada juga mafhum mukhalafah, dll.


Kalau sekedar kembali kepada Al-Qur'an dan Sunnah teksnya semata, maka bisa jadi terkesan rancu dan menyimpang dari makna yang sesungguhnya, misalnya:


وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ.

"Bunuhkah orang-orang kafir itu dimana saja berada." (QS. Al-Baqarah: 191)


Teks Al-Qur'an di atas menegaskan bahwa orang-orang kafir boleh dibunuh dimana saja kita jumpai mereka. Maka, nyawa orang-orang kafir dalam lingkungan umat Islam akan terus menerus terancam.


Kata "quru'" dalam QS. 2: 228 bermakna ganda, bisa bermakna suci bisa juga bermakna haid. Dari sana pendapat bisa berbeda dalam memahami sebuah teks Al-Qur'an.


Sebuah hadis menyatakan :


إذا جاءَ أَحَدُكُمُ المَسْجِدَ، فَلْيَنْظُرْ، فَإنْ رَأَى في نَعْلَيَهِ أَذًى أَوْ قَذَراً فَلْيَمْسَحْهُ، وَلْيُصَلِّ فِيهِمَا». أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُدَ، وَصَحّحه ابْنُ خُزَيْمَةَ.


 “Apabila seseorang di antara kamu mendatangi masjid hendaklah ia memperhatikan, jika ia melihat kotoran atau najis pada kedua sandalnya hendaklah ia membasuhnya dan shalat dengan memakai kedua sandalnya.” (HR. Abu Daud dan dinilai sahih oleh Ibnu Khuzaimah)


Secara teks hadis ini bisa menjadi pembenaran boleh shalat dalam masjid pakai sandal. Tidakkah rancu bila shalat pakai sandal di dalam masjid pada zaman moden saat ini?


Jadi, tidak dapat kita berkata bahwa kembali kepada Al-Qur'an dan sunnah tanpa melalui pendapat para ulama, dan sangat keliru orang berkata, "Saya cukup Al-Qur'an dan Sunnah saja, tidak perlu pendapat orang." 


Kembali menyegarkan pikiran. Wallahu a'lam..🙏🏻

Minggu, 30 April 2023

Goresan hati di pagi hari untuk persyarikatan

 *"Goresan hati di pagi hari untuk persyarikatan"*

Buya Dr. Gusrizal Gazahar, LC, M.Ag

Tim Ahli Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Sumbar 


Muhammadiyyah jangan sampai terjebak dengan istilah ulil amri dalam makna syar'i !


Mari direnungkan alasan yang lebih mendalam baik dari sisi tafsir al-nushush maupun dalam tinjauan siyasah syar'iyyah, mengapa Muhammadiyyah mendudukkan status negara ini sebagai "dâr al-'ahdi wa al-syahâdah" ?


Saya juga teringat mengapa pula MUI menetapkan negeri ini sebagai "Dâr al-Mitsâq" karena saya termasuk team perumus hasil ijtima' tersebut ?


Saya berharap agar prinsip dasar tersebut jangan sampai terlupakan ketika merumuskan tatanan kehidupan bernegara umat Islam di negeri ini !


Jangan sampai pondasi rumah yang telah dibuat, menjadi kedudukan pembangunan kandang piaraan !


Kelurusan dalam membangun konsep kehidupan bernegara dalam pandangan Islam menurut dua lembaga keummatan itu adalah dengan menjadikan kesimpulan itu sebagai acuan untuk bersikap ketika memposisikan diri sebagai bagian dari Negara Republik Indonesia ini.


Wallâhu a’lam.

Pemikiran Hamka

 Pemikiran buya Hamka tidak cukup didalami dalam seminar-seminar dan penulisan buku, akan tetapi yang lebih penting adalah mengaktualisasikan dan mewujudkan pemikiran buya Hamka dalam kehidupan sehari-hari, secara pribadi, berkeluarga, berorganisasi, ber muhammadiyah, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melalui merebut memegang kendali kekuasaan negara di eksekutif, legislatif, dan yudikatif. 

Selamat keluasan negara dikendalikan oleh orang² NU dan kolega²nya yang berseberangan dengan pemikiran buya Hamka, pemikiran buya hamka akan tersimpan dalam wacana. Atau sekurang-kurangnya Muhamadiyah 100 % konsisten melaksanakan pemikiran buya Hamka dalam berorganisasi ber muhammadiyah, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. InsyaAllah pemikiran buya Hamka akan hidup dalam kenyataan nya!

Dr. Izharman

Kamis, 27 April 2023

Terimakasih Angkatan Muda

 Terima Kasih Angkatan Muda!

Buya H. Irwandi Nashir

Ketua PDM Kota Payakumbuh 





Ketika ada yang bertanya,kenapa kasus pencemaran nama baik Persyarikatan Muhammadiyah yang melaporkannya kepada pihak berwajib adalah Angkatan Muda Muhammadiyah?

Alasannya adalah bahwa sejatinya Persyarikatan Muhammadiyah ini adalah milik angkatan muda, milik para pemuda.Angkatan Muda hari inilah yang akan meneruskan perjuangan persyarikatan ini kedepan.Maka,wajar angkatan muda resah, gelisah dengan tuduhan terhadap persyarikatan mereka.

Sama di rumah tangga kita,wajar jika ada anak kita gelisah dan khawatir jika tanah warisan orang tuanya diganggu.Mereka bereaksi sebab merekalah yang akan memegang estafet warisan orangtuanya kedepan.

Bangsa ini juga begitu.Pemudalah hakikatnya yang memiliki bangsa ini,sebab merekalah pewaris pelanjut bangsa ini.Kita jaga sokong dan jaga angkatan muda k



ita!